Senin, 18 Januari 2010

Saya Bukan Orang Padang

Sungguh….
Saya tak habis mengerti, dari mana kisah bermula ketika pada akhirnya ‘Orang Minang ‘ justru disebut sebagai ‘Orang Padang’…?

…berbilang masa, kerancuan itu mengalir begitu saja…
sepertinya… kita anak negeri penghuni Ranah Minang sendiri… tenang-tenang saja ..
sepertinya pula… kita Orang Minang sudah membenarkan begitu saja ketika kita yang terlahir di Bukittinggi…ketika kita yang terlahir di Lima Puluh Kota misalnya, justru kita dipanggil sebagai “Orang Padang….”

Sebutan ‘Orang Padang’ agaknya memang lebih lekat di benak banyak orang ketimbang menyebut “Orang Minang”..
Padahal sesungguhnya, bukankah Padang itu sendiri hanyalah setumpak kecil wilayah dalam sebentang hamparan luas Ranah Minang nan rancak bana…?

Tapi kenapa orang luar Minang lidahnya justru lebih fasih menyebut istilah ‘Orang Padang’ ketimbang ‘Orang Minang’ ?
Mereka lebih terbiasa menyebut ‘Adat Padang’ ketimbang ‘Adat Minang’…?
Mereka terbiasa menyebut Bahasa Padang ketimbang Bahasa Minang…?
Dan kitapun sadar atau tidak, dimana-mana tanah perantauan terlalu sering melabeli diri dengan label “Padang” daripada ‘Minang’
Maka yang tersohor justru ‘Rumah Makan Padang’…bukan ‘Rumah Makan Minang’
…padahal di kota Padang sendiri tidak pernah ada Rumah Makan Padang kan..?

Meski kelezatan Sate Padang diperantauan menjadi buah sebut si orang banyak, namun bukankah di Ranah Minang sendiri Sate Padang yang sesungguhnya justru kalah pamor ketimbang Sate Pariaman….Sate Danguang-Danguang atau sate Padang Panjang….?

Kita sendirikah yang telah membengkokkan sebuatan “Minang” menjadi “Padang”…?
Ataukah memang kita sepakat dan setuju-setuju begitu saja ketika darah Minang yang mengalir ini disebut sebagai darah Padang..?

Begitu pula agaknya, kenapa setiap kubuka-buka jendela Facebook-ku…
selalu saja, ada sahabat jauhku yang menyapa, lalu bertanya..;
“Bagaimana kabar Padang, Pak…?...Kami rindu Jam Gadang dan Ngarai Sianoknya…!”
Bahkan sahabatku di perantauan yang kampung kelahirannya di Suliki-pun justru ikut-ikutan juga juga menyebut ‘rindu mudik ke Padang’ Lebaran mendatang….

…maka berkali-kali pula aku meluruskan pertanyaan dan pernyataan sahabat-sahabatku itu….bahwa; ..aku bukan di Padang….!..Ngarai Sianok dan Jam Gadang itupun bukanlah di Padang,.. tapi di Bukittinggi..!..Suliki itu 150 km lebih dari kota Padang…(baa kok sato lo manyabuik ‘mudik ke Padang’ Mpuang…?)

“Oh, bukannya Bukittinggi itu di Padang juga Pak..?” begitulah tragisnya sahabat-sahabatku sering rancu dalam membayangkan Ranah Minang.

Begitu makin populernya istilah ‘Orang Padang’ ketimbang Orang Minang, makanya; kalau ada yang mengatakan bahwa; Orang Padang itu pelit…saya jawab iya…!
Kalau ada yang bilang ; Orang Padang itu licik….saya jawab; iyaa juga…!
Kalau ada yang bilang Orang Padang itu doyan ngibul…gadang ota…gadang suaro…gadang garegak…gadang karengkang….gadang sarawa….; yaaa…saya jawab iya…!

Lho..?
Kok iya…..iyaaa…. iyaaa aja…?

Habis,..saya bukan Orang Padang siiih…saya kan Orang Bukittinggi..!, begitu slalu, kelakar ringan ini sering saya pelintir sekedar menghibur diri ketika ‘ke-MINANG-anku terasa begitu mengganjal saat aku dipanggil sebagai “Si Padang…”

Senin, 14 September 2009

Tentang Aku

Assalamualaikum,,hai,akhirnya bisa ngeblog lagi setelah sekian lama dah ngak ngeblog,udah ngak kehitung dah blog yang udah saya buat,dari multiply,wordpress, dll tapi ngak pernah di maintenance,mudah-mudahan blog ini bisa eksis dan terus di update,,dan demi tugas MIS nie,,tak bela-belain dech bikin blog,,heheheh

Oh ya perkenalkan nama saya Andi,saya di lahirkan di sebuah desa kecil yang terpencil dari dunia luar ,desa yang terbentang antara tebing hutan dan perbukitan bernama Andilan (that”s why my name is Andi)seperempat abad yang silam tepatnya hari Jumat tanggal 27 juli 1984,desa yang sangat asri dan masih jauh dari dunia luar bahkan sampai sekarang ,bahkan mesin pencari nomor satu diduniapun -google earth- belum bisa membaca desa ini.Saya anak bungsu dari 4 orang bersaudara 2 orang cewek dan 2 orang cowok.

Baik, sejarah hidup saya bermula dari desa diatas,tetapi hanya bertahan sampai saya umur 3 tahun pada umur 4 tahun orang tua saya pindah ke sebuah kota kecil yang bernama Panti,di situ saya menghabiskan pendidikan TK saya selama 2 tahun,setelah lulus TK ibu saya pindah ke tempat asal di kampung di daerah bernama Tilatang Kamang(nah,kalo daerah ini udah bisa kebaca di google earth nih)di mana saya menghabiskan waktu saya dari SD sampai SMA bersama Ibu,nenek dan 3 orang saudara saya.Singkat cerita setelah lulus SMA pada tahun 2002 sampai sekarang saya tinggal bersama Bapak saya di Jakarta,sembari membantu wirausaha beliau saya juga nyambi kuliah di Politeknik Negeri Jakarta jurusan teknik sipil,Depok,setelah saya nganggur selama setahun karena gagal SPMB dan ditambah dengan kewajiban harus kuliah di perguruan tinggi negeri,kalo di swasta ngak bakal di biayain ama orang tua,heehee,. .

Dan Alhamdulillah akhirnya bisa lulus dari PNJ pada tahun 2006,setelah lulus saya pernah bekerja sebagai staff marketing disalah satu perusahaan baja di Jakarta,tetapi hanya bisa bertahan 6 bulan,setelah itu saya di terima di perusahaan kontraktor jalan yamg memiliki beberapa proyek BRR di Banda Aceh,saya di tempatkan di divisi Ashphalt Mixing Plant sebagai Ka.Produksi.yang bertugas mengatur semua output dan input aliran material serta proses operasional AMP dalam memproduksi hotmix sesuai dengan request proyek.Saya bekerja di divisi ini sampai proyeknya selesai pertengahan tahun 2008 (sekitar 1.5 tahun).Setelah proyek BRR selesai saya dipindahkan ke Jakarta tepatnya di proyek Pembangunan dan Pemeliharaan Jalur Busway sebanyak 10 koridor,di sana posisi saya sebagai quality control,dan ahamdulillah bisa terselesaikan tepat pada waktunya selama 6 bulan ,dan berakhir pada awal januari 2009.setelah itu saya lebih fokus kuliah dikarenakan nilai saya yang tidak sesuai dengan harapan yang saya inginkan,dan proyek yang kebanyakan berada di luar kota yang membuat saya harus tetap stay di Jakarta,,,,,,nah semenjak libur kuliah bulan juni kemaren sampai sekarang saya kembali bekerja di proyek rutin pemkot bekasi sebagai Konsultan Supervisi Quantity dan Administrasi proyek,sembari nyambi kuliah di Jurusan Teknik Industri Universita Indonesia.

Mungkin ini yang bisa saya sampaikan mengenai sejarah singkat hidup saya.kapan-kapan bisa di sambung lagi dan mudah-mudahan blog saya ini tetap eksis dan banyak pengunjungnya..heheheehe